Serangan Itu Terencana dengan Rapi..





SEMARANG - Tersangka kasus penyerangan terhadap rombongan suporter Persijap masih memungkinkan terus bertambah. Hal ini menyusul pemeriksaan yang terus dilakukan secara intensif terhadap 25 orang tersangka yang kini mendekam di sel Mapolwiltabes dan Mapolres Semarang Barat.

”Kami masih terus melakukan pengembangan kasus ini. Jika memungkinkan ada tersangka lain, maka kami akan segera menangkap,” ujar Kapolwiltabes Semarang, Kombes Pol Drs Edward Syah Pernong, Senin (1/2) pagi tadi.

Ditambahkannya, dalam pemeriksaan ini pihaknya menekankan latar belakang serta motif penyerangan yang dilakukan oleh para tersangka. Untuk sementara, katanya, rata-rata para tersangka mengaku melakukan penyerangan tersebut karena dendam lama.

Namun demikian, lanjut Kapolwil, hingga kini polisi masih terus mendalami pengakuan tersangka. ”Kalau memang hal tersebut merupakan dendam lama kenapa penyerangan itu baru dilakukan sekarang. Padahal kejadiannya sendiri sudah berlangsung tahun 2005 lalu. Karena itu kami akan terus mendalami kemungkinan adanya motif lain,” ujarnya.

Direncanakan
Sementara itu para pendukung Persijap juga mulai yakin bahwa kejadian yang menimpa mereka merupakan sebuah kejahatan yang sudah direncanakan. Hal ini setelah terungkap adanya tulisan yang ada di dinding pada situs jejaring sosial Facebook (FB) yang sengaja dibuka untuk rencana ini. Pada dinding yang berjudul ”Dinding Sweeping Banas.. n jetmen.. tour ke Jakarta”, secara jelas menyebutkan hal ikhwal adanya aksi pengadangan tersebut.

Dalam dinding di situs FB tersebut terjadi komunikasi antarsuporter Panser Biru terkait rencana pengadangan tersebut. Bagaimana mereka mengetahui jam keberangkatan rombongan suporter Persijap terungkap di sini. Dari ratusan orang yang berkomentar di situs ini, sebanyak 365 orang menyatakan siap hadir dalam aksi pengadangan. Sedangkan ratusan lainnya menyatakan kemungkinan akan hadir.

"Paling tidak dari temuan ini, aparat kepolisian bisa mengembangkan penyelidikan dan menuntaskannya. Apa yang terjadi pada kami adalah sebuah kejahatan yang telah direncanakan. Kami minta Kapolda Jawa Tengah mengambil tindakan keras. Aksi tersebut sama saja telah secara sengaja mencoreng muka Kapolda yang selama ini menggalakan suportivitas di sepak bola," ujar salah seorang pendukung Persijap yang tidak mau disebutkan namanya.

Manajer Tim Persijap Jepara, Edy Sujatmiko berharap hasil imbang yang diraih timnya saat dijamu Persija, Sabtu (30/1) di Stadion Lebak Bulus, bisa menjadi obat bagi anggota Banaspati yang sedang dirundung duka. Meski bukan hasil maksimal, Edy tetap berharap mereka bisa bergembira dan segera mendapatkan kesembuhan dari luka-luka yang dialami saat diserang sekelompok orang di Semarang.

"Kami prihatin dan sangat menyayangkan sekali kejadian itu. Tidak seharusnya hal itu terjadi. Kami berharap hasil yang kami raih di Jakarta bisa menjadi obat bagi mereka yang mengalami luka-luka dan menderita saat mengalami kejadian mengerikan di Semarang," ujar Edy Sujatmiko, Minggu (31/1).

Edy Sujatmiko meminta agar kasus yang menimpa para pendukung Persijap di Semarang bisa diusut tuntas oleh polisi. Menurutnya, kejadian tersebut merupakan tindak kriminal murni. Para pendukung Persijap sudah dianiaya, dirampok harta bendanya, dan mengalami ketakutan. Sebagai efek jera, hukum harus diterapkan dengan seadil-adilnya.

Jenguk korban
Sementara itu, Bupati Jepara, Drs Hendro Martojo yang kemarin hadir dalam acara nonton bareng di area parkir SCJ (Shoping Centre Jepara) menegaskan, Pemkab Jepara akan membantu meringankan beban para pendukung Persijap yang diserang di Semarang. Sebanyak 11 orang, Sabtu (30/1) siang sudah dipindah perawatannya di RSUD Kartini Jepara. Secara langsung orang nomer satu di Jepara ini menjenguk mereka yang masih dirawat karena luka-luka yang dialaminya.

Sedangkan pada Sabtu (30/1) malamnya, sebanyak tiga bus yang mengangkut suporter Persijap tiba dari Semarang. Mereka sebelumnya diamankan di Mapolwil Semarang dan Mapolres Semarang Barat. Setelah menjalani inventarisasi data, mereka diperkenankan kembali ke Jepara.

"Selanjutnya kami menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum atas kasus ini pada pihak polisi di Semarang. Bapak Kapolda Jawa Tengah, tentu tidak akan tinggal diam atas kejadian ini. Untuk para korban, kami akan membantu meringankan beban penderitaan mereka," ujar Bupati Jepara.

Selain 11 orang yang sudah dirawat di RSUD Kartini Jepara, sebanyak tiga korban lainnya, Sabtu (30/1) malam juga dibawa ke RSUD Kartini Jepara. Sebelumnya mereka dirawat di RS Tugu, Semarang, pasca- mendapatkan serangan dari kelompok massa di Semarang.

Menurut penuturan para korban, mereka mendapatkan serangan dari sekelompok orang yang tidak bisa dipastikan identitasnya sejak masuk Jalan Alteri Utara, dekat pintu masuk tol Kaligawe. Serangan tersebut terus berlanjut sampai di daerah Tanah Mas, Jerakah dan di perbatasan Semarang- Kaliwungu.

Selain merusak dua bus, para penyerang juga melukai para anggota Banaspati yang akan menuju Jakarta untuk mendukung Evaldo dkk. Tidak hanya itu, harta benda milik mereka juga dirampas. H Ali Anggoro, salah satu pentolan Banaspati bahkan kehilangan uang Rp 9 juta, yang sedianya akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan rombongan di Jakarta. Sejumlah hp dan uang dari mereka juga dirampas.

(WawasanDigital)
Share on Google Plus

About Bagoes Gunawan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar